Langsung ke konten utama

Ketika Suami Mencoba Menggoreng Kerupuk

Ini cuma ilustrasi... XD

Sekarang jam setengah sebelas malam.

Saya sedang di kamar yang kayak kapal pecah kalo kata orang-orang, mencoba menulis kembali di blog yang satunya, celoteh-ainini, ketika suami saya perlahan berdiri di depan pintu.

"Lagi sibuk, ya?" katanya.
"Sibuk." Mata saya nggak beralih dari layar. Kalo nanggung ditinggal, bisa-bisa yang mau ditulis hilang.
"Mau nunjukin sesuatu," katanya lagi.

Nah, tumben ini. Ya, sebenernya biasanya juga dia nggak bakal ngganggu kalo nggak ada hal yang urgent.
Tadi, dia bilang, "Pengen kriuk-kriuk, mau nggoreng kerupuk."
Apa yang mungkin urgent dari kejadian nggoreng kerupuk?

Ternyata, di tangannya ada sebuah benda hitam.

"Apa, tuh?" tanya saya waswas.
"Nggoreng kerupuk tu gimana, sih? Udah nyoba empat kali, jadinya gini."

Setelah selesai terbahak-bahak, saya ikut ke dapur.
Meninggalkan sebentar tulisan nanggung tadi dan memperlihatkan cara menggoreng kerupuk agar kerupuk tersebut aman untuk dimakan.

Ini hasil sebelum dan sesudahnya... :3

Tapi, tadi katanya sudah nggoreng 4, kok cuma ada 2?
Ternyata..., sudah dimakan.
Ampun, deh.


Komentar

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejak Saya Memutuskan di Rumah Saja...

Tiga Jenis Pompa ASI yang Saya Pakai

Pengalaman Memakai Pompa ASI
Sejak melahirkan, saya memang memutuskan akan memberikan ASI sebisanya. Karena tidak mahir memeras dengan tangan kosong, saya mulai mencari pompa ASI. Awalnya, bukan untuk Kira ketika ditinggal kerja saya mencari pompa, tetapi untuk Kira yang sedang disinar biru di rumah sakit bilirubinnya tinggi.
Ada tiga pompa yang sudah saya coba, dan ini ulasannya.
Ketika mencari di rumah sakit, suami saya menemukan pompa ASI model pertama.



Pompa ini bentuknya agak membingungkan. Saya tidak paham apa maksud pipa panjang yang menghubungkan pompa dan corong yang melekat pada payudara. Yang pasti, rasanya sangat tidak nyaman dan tidak efisien. 

Saya rasa, karena udara yang seharusnya langsung terpakai sebagai energi pemompa harus melewati liukan pipa itu. Jadi, kekuatannya sudah jauh berkurang sehingga kekuatan menyedot ASI pun minim.
Ini adalah pompa pertama yang saya gunakan, dan pertama kali menggunakannya di rumah sakit. Sungguh, sulit sekali mengeluarkan ASI dengan pompa…

Saya nggak gitu, kok... (Writing Challenge Kampus Fiksi--Hari Kedelapan)

Tema Hari Kedelapan Writing Challenge Kampus Fiksi nyuruh curhat beneran apa, yak? “Sebutkan 5 fakta yang berlawanan dengan 5 opini orang lain tentang kamu.”
HitamSejak di bangku sekolah, kawan saya sering menerka-nerka, bagaimana mungkin kulit saya bisa sehitam ini (bahkan telapak tangan saya gelap), sementara kakak-kakak dan adik saya yang jumlahnya bisa bikin tim basket itu putih-putih. Macam-macam prediksi mereka ajukan. Ada yang mengira saya terlalu lama dijemur (dipepe) ketika masih bayi, kelupaan diangkat. Ada yang menduga saya adalah bayi yang tertukar (sinetron kali, ah). Ada pula yang menduga saya ketimpahan oli dan meresap hingga ke kulit. Kampret emang pada omongannya. Tapi ya kami bahas sambil ngakak-ngakak aja. Baru-baru ini, salah satu anak KF juga ada yang nyeletuk: “Mungkin Mbaknya bukan asli Lampung, ya.” Diiringi suara ngakak Wahyu (ini yang terngiang, paling kenceng), dan kawan-kawan yang lain. Karena oh karena, saya sudah pernah cerita sebelumnya bahwa tidak sedikit…