Langsung ke konten utama

pengalaman pertama membawa bayi ke kolam renang


Awalnya, Kira nggak mau turun ke air. Tapi, setelah dirayu dengan makanan, malah ketagihan. 




Persiapan untuk membawa bayi berenang nggak gampang, nggak sulit juga. Umur Kira waktu kami ajak ke Galaxy Waterpark yang ada di Jalan Wonosari, Yogyakarta, adalah 15 bulan.

  • Hal yang perlu diperhatikan adalah bayi sebelumnya sudah dibiasakan terkena air dingin.
  • Sebaiknya, buat bayi yang tertarik untuk ikut bermain air, jadi jangan dicemplungin langsung begitu aja, ya.
  • Bawa benda seperti ketika kita mau pergi berenang seperti biasa. 

  • Jangan terlalu lama. Walaupun asik bermain bersama bayi kita, tetapi daya tahannya belum sekuat kita. Sehingga, tetap perlu dibatasi waktunya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saksi Mata (Cerpen Muhajjah Saratini)

Saksi Mata (Cerpen Muhajjah Saratini)

“Yang ini cantik, Mas.”
“Nggak, ah. Kurang besar.”
Lagi-lagi, aku ditolak.
Sejak diizinkan Tuhan hadir di bumi, aku sadar bahwa diriku dipersiapkan untuk seseorang yang spesial, bukan orang sembarangan. Meskipun sudah beberapa laki-laki yang menahanku lama, pada akhirnya mereka semua mengembalikanku baik-baik. Belum ada yang bersedia mengeluarkanku dari sini.
Seperti yang baru saja terjadi. Laki-laki itu menolak karena, lagi-lagi, aku dirasa kurang besar.
Memangnya apa yang bisa kulakukan? Aku sudah diciptakan seperti ini. Menurutku, seluruh bagian tubuhku ini saling melengkapi, sudah sempurna. Memang, ada beberapa kawanku yang akhirnya diberi perbaikan. Mereka menghilang beberapa saat, lalu kembali dengan wujud baru. Biasanya lebih besar, kalau tidak tampak lebih memukau. Hm, apa ya, istilahnya, berkilau. Ya, mereka tampak semakin berkilau.
Tapi pasti sakit sekali prosesnya. Aku bergidik membayangkan tubuhku dirombak. Memang sebaiknya kita menerima di…

Saya nggak gitu, kok... (Writing Challenge Kampus Fiksi--Hari Kedelapan)

Tema Hari Kedelapan Writing Challenge Kampus Fiksi nyuruh curhat beneran apa, yak? “Sebutkan 5 fakta yang berlawanan dengan 5 opini orang lain tentang kamu.”
HitamSejak di bangku sekolah, kawan saya sering menerka-nerka, bagaimana mungkin kulit saya bisa sehitam ini (bahkan telapak tangan saya gelap), sementara kakak-kakak dan adik saya yang jumlahnya bisa bikin tim basket itu putih-putih. Macam-macam prediksi mereka ajukan. Ada yang mengira saya terlalu lama dijemur (dipepe) ketika masih bayi, kelupaan diangkat. Ada yang menduga saya adalah bayi yang tertukar (sinetron kali, ah). Ada pula yang menduga saya ketimpahan oli dan meresap hingga ke kulit. Kampret emang pada omongannya. Tapi ya kami bahas sambil ngakak-ngakak aja. Baru-baru ini, salah satu anak KF juga ada yang nyeletuk: “Mungkin Mbaknya bukan asli Lampung, ya.” Diiringi suara ngakak Wahyu (ini yang terngiang, paling kenceng), dan kawan-kawan yang lain. Karena oh karena, saya sudah pernah cerita sebelumnya bahwa tidak sedikit…

Surat buat Ipal (Writing Challenge Kampus Fiksi Hari Kesembilan)

Ahoi, Ipal.
Nanti kalo udah bisa baca, bolehlah buka-buka blog Emak buat liat tulisan--yang dibuat buru-buru--ini.
Emak nggak inget pernah nggak bikin surat selain surat izin sakit dan surat lamaran kerja. Tapi karena tantangannya begitu dan Emak udah telat dua hari ngumpul, ya bikinlah surat ini.
Udah, ya, gitu aja.
Kalo-kalo kamu beneran baca, bahkan setelah kena omel nanti, tetaplah berusaha merasa beruntung jadi anak Emak. Karena itu takdir~~~hohoho ||--(^o^)>

Bhay, Pal.
Emak.